Selasa, 18 Oktober 2011

bisa?

Bisa jadi aku hafal betul rutinitasmu:

bangun pagi tanpa mengingatku sama sekali. menjalankan rutinitas dengan aku bukan sebagai prioritas. berangkat tidur di malam hari, sebagai penutup kau kirim doa untuk orang-orang yang tersayang.

sedangkan rutinitasku cuma satu: mengirim doa pagi siang malam kepada Tuhan, untukmu. agar aku bisa menjadi bagian rutinitasmu. paling tidak, di bagian penutup saja.

Dan mungkin kita bisa saling berkirim doa.

Tidak ada komentar: